Konfigurasi Databases Server

 Apa itu Databases Server?



A. Pengertian

Database Server adalah sebuah sistem komputer (server) yang berfungsi khusus untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan data kepada pengguna atau aplikasi lain melalui jaringan. Database server menggunakan perangkat lunak manajemen basis data (Database Management System/DBMS) seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server untuk memastikan data dapat diakses dengan aman, cepat, dan terstruktur. Pada kesempatan kali ini database yang digunakan menggunakan aplikasi MariaDB

Fungsi Utama Database Server
  • Menyimpan data secara terorganisir dalam bentuk tabel, record, dan field.
  • Mengelola akses data, sehingga hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses data tertentu.
  • Menjaga keamanan dan integritas data, termasuk pencadangan (backup) dan pemulihan data.
  • Menyediakan data secara cepat dan akurat kepada aplikasi atau sistem lain yang membutuhkannya.

B. Studi Kasus

Pada konfigurasi kali ini adalah membuat database yang berisikan arsip dari data-data sebagai informasi perusahaan, yang dimana data-data ini terdapat informasi pribadi diantaranya : Nama, Alamat, No Telepon, disini akan dibuat sebanyak 10 data dengan ketentuan yang sudah disebutkan.

C. Konfigurasi

1. Install terlebih dahulu paket dari Mariadb Server nya, dengan perintah apt install mariadb-server yang dimana perintah ini berfungsi untuk meng-install paket Mariadb dengan perintah apt kemudian tunggu sampai proses instalasi nya selesai.
Gambar C.1 Menginstall Paket Mariadb
 
2. Setelah proses instalasi selesai, ketikkan perintah mysql -u root -p untuk masuk (login) ke server MariaDB melalui terminal. Yang dimana setiap bagiannya memiliki penjelasan sebagai berikut :
  • mysql : Menjalankan program klien MySQL (MySQL client).
  • -u root :Menentukan username yang digunakan untuk login, dalam hal ini root (user administrator MySQL).
  • -p : Memerintahkan MySQL untuk meminta password setelah perintah dijalankan (Password tidak ditampilkan saat diketik demi keamanan).
Gambar C.2 Login pada server MariaDB



3. Langkah selanjutnya apabila ingin melihat list atau daftar dari databases bisa dengan perintah show, sehingga perintah yang digunakan yaitu show databases; .Catatan pada perintah ini terdapat pada parameter terakhir yang dimana menambahkan ikon simbol titik koma (;).

Gambar C.3 Melihat List Database pada MariaDB


4. Kemudian perintah untuk membuat database baru yaitu dengan create ataupun perintah yang dapat digunakan yaitu create database db_archivedata; (nama database yang akan dibuat). Catatan pada perintah ini terdapat pada parameter terakhir yang dimana menambahkan ikon simbol titik koma (;).
Gambar C.4 Membuat Database Baru pada MariaDB


5. Langkah selanjutnya jika ingin memodifikasi atau mengedit database tertentu bisa dengan perintah use db_archivedata (nama database yang akan diedit) lalu jika ingin membuat table data untuk database bisa dengan perintah create table tbl_data( (nama table yang akan dibuat). Yang dimana setiap perintah memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Perintah use digunakan untuk masuk atau mengakses ke database yang sebelumnya sudah berhasil dibuat. Perlu diperhatikan saat penulisan database, pastikan semua karakter dan huruf sama sehingga tidak akan terjadi error
  • Perintah create table digunakan untuk membuat table data baru, karena biasanya table memiliki data-data sehingga diakhir parameter perintah tidak menggunakan ikon titik koma (;) namun menggunakan ikon buka kurung (. Ikon titik koma akan digunakan setelah kita selesai mengisi header komponen pada table.
Gambar C.5 Masuk ke Database dan Membuat Table di MariaDB



6. Jika sudah berhasil membuat table data, kita bisa melihat list table padadatabase tersebut dengan perintah show tables; .Catatan pada perintah ini terdapat pada parameter terakhir yang dimana menambahkan ikon simbol titik koma (;).

Gambar C.6 Melihat List Table pada MariaDB


7. Kemudian jika ingin melihat informasi table bisa dengan perintah describe (nama table) lalu tambahkan ikon titik koma (;). Yang dimana penjelasan dari header table di antaranya sebagai berikut :
  • Field : Nama kolom pada tabel.
  • Type : Jenis data yang disimpan pada kolom tersebut.
    • int(11) : Angka bulat
    • varchar(40) : Teks maksimal 40 karakter
  • Null : Menentukan apakah kolom boleh kosong atau tidak.
    • NO : tidak boleh kosong (wajib diisi)
    • YES : boleh kosong
  • Key : Menunjukkan fungsi khusus kolom sebagai kunci.
    • PRI → Primary Key : (identitas unik, tidak boleh sama)
    • Kosong : Kolom biasa
  • Default : Nilai default yang otomatis diisi jika kolom tidak diberi nilai.
    • NULL tidak ada nilai bawaan
  • Extra : Informasi tambahan tentang kolom.
    • auto_increment : nilai akan bertambah otomatis setiap data baru
Gambar C.7 Melihat Detail Informasi Header Table pada MariaDB


8. Jika sudah selesai membuat table baru, gunakan perintah insert into tbl_data (Nama, Alamat, No_Telepon) values. Setelah itu masukkan isi jenis data secara berurutan sesuai dengan informasi yang sudah ditambahkan. Catatan pada perintah ini yaitu value data terakhir perlu menambahkan ikon simbol titik koma (;) untuk mengakhiri penambahan data. Adapun informasi perintah dapat dilihat sebagai berikut :
  • insert into nama table Menambahkan (memasukkan) data baru ke dalam tabel.
  • (Nama, Alamat, No_Telepon) : Menentukan kolom mana saja yang akan diisi.
  • values : Nilai data yang dimasukkan.
Gambar C.8 Memasukkan Data pada Table di MariaDB


9. Setelah berhasil memasukkan data ke table, informasi data table dapat dilihat dengan perintah select * from tbl_data; yang dimana informasi perintah dapat dilihat sebagai berikut :
  • select : Perintah untuk mengambil data.
  • * : Menampilkan semua kolom.
  • from nama table Sumber data dari tabel tbl_data.
Gambar C.9 Melihat Informasi Data Table pada MariaDB


10. Apabila terdapat kesalahan dalam memasukkan data, data dapat diperbaiki dengan perintah update tbl_data set No_Telepon='082113887659' where no="1"; dengan perintah informasi sebagai berikut :
  • update nama table Menentukan tabel yang datanya akan diubah, yaitu tbl_data.
  • set No_Telepon = '082113887659' : Menentukan kolom yang diubah dan nilai baru yang diberikan.
  • where no = '1' : Menentukan data mana yang diubah.
Gambar C.10 Memperbaharui Data Table pada MariaDB

D. Hasil Konfigurasi

Berikut adalah dokumentasi dari membuat table sesuai dengan data-data yang terdapat pada studi kasus. Metode konfigurasi yang dilakukan sama seperti langkah yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Gambar C.11 List Informasi Data Table sesuai Studi Kasus

E. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa konfigurasi dari databases server telah berhasil dilakukan, yang dimana databases server disini sangat amat berguna apabila pengguna memiliki data data yang kridensial sehingga dapat digunakan untuk tujuan pengguna suatu hari nanti.

Komentar